Rabu, 18 Februari 2015

POSTING JURNAL KE BUKU BESAR


 bagaimana cara memposting ke buku besar? Cara memposting ke buku besar melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut.
1. mencatat tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebit atau dikredit ke dalam akun yang sesuai;
2. mengisi kolom “Referensi: dalam akun nomor halaman jurnal;
3. mengisi kolom “Referensi” dalam jurnal dengan akun yang bersangkutan.
Pada buku besar, bentuk-bentuk akun yang biasa digunakan, yaitu akun bentuk T, akun 2 kolom, akun 3 kolom, dan akun 4 kolom. Penyebutan istilah “dua kolom” mengacu pada jumlah kolom yang digunakan untuk mencatat nilai uang. Berikut disajikan bentuk-bentuk buku besar tersebut.





Keterangan:
1. Nama akun, diisi nama akun yang bersangkutan
2. Kode akun, diisi nomor akun yang bersangkutan
3. Tanggal, untuk mencatat tanggal, bulan, tahun, terjadinya transaksi
4. Keterangan, digunakan untuk mencatat penjelasan singkat transaksi
5. Ref, atau referensi; digunakan untuk mencatat nomor halaman dokumen yang menjadi sumber pencatatan.
6. Debit dan kredit, untuk mencatat nilai transaksi
7. Saldo, untuk mencatat saldo akhir suatu akun setelah suatu transaksi dicatat dalam akun tersebut.

Perhatikan cara memposting dari jurnal ke dalam buku besar bentuk tiga kolom di bawah ini!




Setelah Anda mempelajari berbagai bentuk akun buku besar, akan lebih jelas lagi jika Anda mempelajari cara pencatatan transaksi dalam jurnal dan melakukan posting ke dalam buku besar yang disajikan berikut ini.

Transaksi selama bulan Oktober pada Eva Salon
1 Oktober 2005, Ny Eva memulai usaha salon yang diberi nama “Eva Salon”
a. Uang tunai senilai Rp5.000.000,00
b. Piutang jasa Rp300.000,00
c. Perlengkapan salon Rp7.000.000,00
d. Peralatan salon Rp10.000.000,00
2 Dibayar sewa gedung untuk salon Rp1.200.000,00 untuk masa sewa satu tahun.
4 Pembelian peralatan salon sebesar Rp3.000.000,00 secara kredit.
6 Dikeluarkan uang tunai sebesar Rp50.000,00 untuk membayar beban iklan di koran.
10 Dikeluarkan uang per kas sebesar Rp500.000,00 untuk membayar angsuran utang kepada Toko Sinar.
15 Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
16 Diterima pendapatan setengah bulan pertama Rp4.000.000,00.
27 Dibayar rekening telepon dan listrik bulan ini Rp150.000,00.
31 Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
31 Pelayanan salon yang pembayarannya tidak diterima langsung berjumlah Rp1.450.000,00.
31 Pengambilan prive oleh pemilik sebesar Rp200.000,00.

Diminta :
1. Buatlah jurnal umumnya!
2. Dari jurnal postinglah ke buku besar!




Apabila akun dalam jurnal umum diposting ke buku besar maka keseluruhan transaksi EVA Salon akan terlihat sebagai berikut.








MASTER ACCOUNTING




Pengertian , Tujuan , dan Cara membuat Neraca Lajur Perusahaan Jasa - Akuntansi



Kalian tentu mengetahui, bahwa penyusunan jurnal penyesuaian digunakan untuk persiapan menyusun neraca dan laporan laba rugi. Dengan menyusun jurnal penyesuaian, maka perkiraan riil dan perkiraan nominal akan menunjukkan saldo yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Oleh karena itu, agar penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan teliti dan benar, diperlukan suatu alat yang disebut neraca lajur atau kertas kerja.
Neraca lajur atau kertas kerja adalah suatu kertas berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan secara sistematis.
Tujuan penyusunan neraca lajur di antaranya sebagai berikut.
1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
3. Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.
Bentuk neraca lajur yang lazim digunakan dalam praktik suatu perusahaan adalah bentuk neraca lajur 10 kolom, yang tampak seperti berikut.


Data penyesuaian per 31 Desember 2005 sebagai berikut.
a. Persediaan perlengkapan kantor yang masih ada akhir tahun
2005 sebesar Rp 800.000,00
b. Sewa tersebut dibayar tanggal 2 Desember 2005 untuk
jangka waktu 1 tahun mulai dari Desember 2005 sampai
dengan November 2006.
c. Penyusutan atas peralatan kantor tahun 2005 sebesar
Rp500.000,00.
d. Gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp1.000.000,00.
e. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar
Rp1.000.000,00.
Akun yang masih harus dibuka adalah:
506 Beban perlengkapan kantor
507 Beban sewa
508 Beban penyusutan peralatan kantor
122 Akumulasi penyusutan peralatan kantor
202 Utang gaji

Diminta: 
Susunlah ayat penyesuaian dalam jurnal umum dan neraca lajur 10 kolom!

Jawab:
 
a. Ayat penyesuaian dalam jurnal umum dari Perusahaan ADHI JAYA, Medan akan tampak seperti berikut.


b. Kertas kerja atau neraca lajur
Dari semua data akuntansi Perusahaan ADHI JAYA, Medan dapat disusun neraca lajur sebagai berikut.

TENTANG UTANG PIUTANG


PENGERTIAN UTANG

Utang adalah kewajiban suatu badan usaha/ perusahaan kepada pihak ketiga yang dibayar dengan cara menyerahkan aktiva atau jasa dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat dari transaksi di masa lalu.

Penggolongan Utang
Utang perusahaan digolongkan menjadi :
a.     Utang jangka pendek adalah utang yang jatuh tempo dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Contoh : utang usaha/dagang, utang garansi dan lain-lain.
b.     Utang jangk panjang adalah utang yang pelunasannya akan dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Contoh : utang hipotik, utang obligasi, utang bak dan lain-lain.

Metode pencatatan utang
Ada dua metode pencatatan utang, yaitu account payable procedure dan voucher payable procedure.
Dalam account payable procedure, catatan utang adalah berupa kartu utang yang diselenggarkan untuk setiap kreditur, yang memperlihatkan catatan mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran dan saldo utang.
Dalam voucher payable procedure, tidak menggunakan kartu utang. Tapi menggunakan arsip voucher yang di simpan dalam arsip menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya. Arsip bukti kas keluar ini berfungsi sebagai catatan utang.

a. Hutang yang pembayarannya dalam jangka pendek adalah :
1.     Hutang (Account Payable), yaitu hutang jangka pendek tidak di sertai perjanjian tertulis. Timbulnya karena transaksi pembelian kredit.
2.     Wessel bayar (notes payable), yaitu hutang jangka pendek yang di sertai perjanjian tertulis sesuai dengan ketentuan undang-undang.
Timbulnya wessel bayar.
-          Mengaksep wessel
-          Menyerahkan promes/aksep
3.     Beban-beban yang harus dibayar (Accruals Payable) yaitu : suatu kewajiban yang telah menjadi beban (seharusnya sudah dibayar) tetapi belum di bayar karena belum saat pembayarannya.
Contoh :
a.     Upah ymh dibayar (accrued wages payable)
b.     Bunga ymh dibayar (accrued insterest payable)
c.     Sewa ymh dibayar (accrued rent payable)
d.     Pajak ymh dibayar (accrued tax payable)
4.     Penghasilan yang ditangguhkan (deferred revenue), yaitu penerimaan persekot pembayaran dari pihak lain (penghasilan yang belum menjadi hak perusahaan tetapi sudah diterima).
Contoh ;
a.     Bunga di terima dimuka (interest received in advance)
b.     Sewa di terima dimuka (rent collected in advance)

b. Hutang jangka panjang

Hutang jangka panjang yaitu hutang perusahaan kepada pihak lain yang pelunasannya dalam jangka panjang (lebih dari satu tahun) dihitung dari tanggal neraca.
Jenis-jenis Long Term debts :
1.     Hutang Hipotik (mortage notes payable) yaitu hutang jangka panjang dengan jaminan aktiva tetap.
2.     Pinjaman obligasi (band payable) yaitu surat tanda berutang kepada pemegang dengan pembayaran bunga yang pelunasannya lebih dari satu tahun.
Contoh :
Pasiva
HUTANG JANGKA PENDEK
Hutang                                                                   Rp
Wessel bayar                                                         Rp
Biaya yang masih harus di bayar                 Rp
Penghasilan diterima di muka                      Rp
HUTANG JANGKA PANJANG
Hutang hipotek                                                       Rp
Pinjaman obligasi                                        Rp

Hutang jangka panjang biasanya timbul karena kebutuhan untuk membeli aktiva, manambah modal perusahaan, investasi, atau mungkin juga untuk melunasi utang.

Senin, 16 Februari 2015

CONTOH JURNAL PENGELUARAN KAS




UD PERKASA
JURNAL PENGELUARAN KAS








Tanggal Keterangan Ref Debit
Pembelian Utang Lain-lain Kas Pot pembelian
2/8/2010 pembelian  Rp    2,000,000.00  Rp    2,000,000.00
11/8/2010 perlengkapan  Rp      600,000.00  Rp    6,000,000.00
13/08/2010 B.listrik  Rp      300,000.00  Rp    3,000,000.00
14/08/2010 B.tlp dan air  Rp      200,000.00  Rp    2,000,000.00
15/08/2010 B.perawatan  Rp  3,000,000.00  Rp    3,000,000.00
20/08/2010 pelunasan  Rp    4,000,000.00  Rp    4,000,000.00
22/08/2010 pelunasan  Rp    5,000,000.00  Rp    5,000,000.00
 Rp  11,000,000.00  Rp  1,400,000.00  Rp    2,400,000.00

 Rp  12,400,000.00  Rp  12,400,000.00

















Pot pembelian































































PENGERTIAN AKUNTANSI

PENGERTIAN, BIDANG KEGIATAN, DAN PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
A. PENGERTIAN AKUNTANSI
Akuntansi adalah rangkaian kegiatan pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan transaksi keuangan yang dilakukan suatu unit usaha, agar pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perkembangan unit usaha yang bersangkutan dapat membuat pertimbangan-pertimbangan dan mengambil keputusan ekonomi sesuai dengan kepentingannya.
B. KEGIATAN AKUNTANSI
Kegiatan akuntansi diantaranya adalah :
1. Pencatatan data transaksi (recording) dalam buku jurnal (journal)
2. Penggolongan data transaksi (classification) dalam buku besar (ledger)
3. Pengikhtisaran data transaksi (summarizing) , merupakan kegiatan pengolahan data buku besar hingga tersedia data yang dapat disusun dalam bentuk laporan keuangan
4. Penyusunan laporan (reporting), merupakan kegiatan penyusunan laporan keuangan berdasarkan hasil pengolahan data buku besar dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam Satandar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku umum.
C. BIDANG-BIDANG AKUNTANSI
1. Akuntansi Keuangan
Akuntansi keuangan (financial Accounting) disebut juga akuntansi umum (General Accounting). Bidang kegiatan akuntansi keuangan berhubungan dengan transaksi keuangan khusus yang menyangkut perubahan aktiva, kewajiban dan ekuitas perusahaan. Tujuan kegiatannya ialah menyediakan ikhtisar data transaksi keuangan yang dilakukan dalam suatu periode tertentu, dan disusun dalam bentuk laporan keuangan (financial Statement).
2. Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya ( Cost Accounting) adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan transaksi keuangan khusus yang menyengkut biaya. Tujuan kegiatannya ialah menyediakan laporan biaya produksi untuk memenuhi kepentingan manajemen atau kepentingan intern perusahaan.
3. Akuntansi Manajemen
Bidang kegiatan akuntansi manajemen (Management Accounting) berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data biaya, khususnya data biaya yang relevan dengan keputusan yang akan diambil manajemen, baik dalam kegiatan operasi sehari-hari maupun untuk keputusan yang khusus. Tujuan kegiatan akuntansi manajemen adalah membenatu manajemen baik tingkat atas maupun tingkat menengah.
4. Akuntansi Perpajakan
Bidang kegiatan akuntansi perpajakan (Tax Accounting) berhubunagan dengan penerapan peraturan perpajakan. Tujuan kegiatan akuntansi perpajakan ialah membantu manajemen dalam memenuhi peraturan perpajakan yang berlaku sehubungan dengan kegiatan usaha perusahaan, dan menetukan pilihan transaksi yang menguntungkan dalam kaitan dengan penerapan peraturan perpajakan.
5. Akuntansi Anggaran
Bidang kegiatan akuntansi anggaran berhubungan dengan pengumpulan data masa lalu yang diinformasikan dalam laporan akuntansi. Tujuan kegiatan akuntansi anggara ialah menetapkan rencana (anggaran) untuk mencapai suatu sasaran, misalnya sasaran penjualan dan laba.
6. Akuntansi Pemeriksaan
Bidang kegiatan akuntansi pemeriksaan (Auditing) berhubunagn dengan aktivitas jasa pemeriksaan akuntansi untuk memenuhi kepentingan pihak-pihak yang memerlukan.
D. KEGUNAAN AKUNTANSI
Informasi akuntansi digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai dasar pembuatan keputusan ekonomi sesuai dengan kepentinggannya. Pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi antara lain sebagai berikut :
1. Manajemen (pimpinan) perusahaan, menggunakan informasi akuntansi sebagai alat penilaian pelaksanaan rencana operasi dan untuk penyusunan rencana operasi di masa datang.
2. Para investor sebagai penanam modal dalam perusahaan, menggunakan infomasi akuntansi sebagai alat untuk menilai apakah investasinya menguntungkan atau tidak sehingga dapat diambil keputusan investasi ditarik dan dilanjutkan.
3. Para kreditor sebagai pihak pemeberi pinjaman kepada perusahaan, menggunakan informasi akuntansi sebagai alat untuk menilai apakah perusahaan bersangkutan memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman pada saat jatuh tempo pembayarannya, dan apakah pinjamanyang diberikancukup terjamin atau tidak.
4. Instansi pemerintah menggunakan informasi akuntansi untuk kepentingan yang terkait dengan bidang tugasnya.